Sejarah Desa Membalong
SEJARAH DESA MEMBALONG
Kampung Membalong terletak di sebelah selatan tanjung pandan yang merupakan ibukota kabupaten belitung. Menurut cerita orang-orang tua, kampung membalong ini didirikan pada tahun 1851 dengan pimpinan K.A. Deraip yang merupakan kepala dari daerah belantu, yang sebelumnya bersama-sama derngan penduduk setempat tinggal di Kelekak Eudai. Pada tahun yang sama orang-orang belanda yang bernama F.J. Loudon, Des Dekker, D1l datang ke kampung membalong dari Tanjungpandan dengan mengunakan Kapal laut "ARUBA". Maksud kedatangan mereka adalah untuk mencari batu timah didaerah belantu, seperti juga ditempat-tempat lainnya di pulau belitung ini. Bersama-sama dengan K.A. Deraip kepala daerah belantu, K.A. Badek dukun Kampung dan kawan-kawan lainya melakukan perjalanan/ekpedisi ke pulau seliu kemudian dari pulau seliu mereka pergi kesekitar sungai membalong, seperti di Air Bakong, Air Sira', Air Limus, Air Samak, dan lain-lain dengan membawa hasil yang memuaskan.
Selang waktu tidak lama setelah ekspedisi tersebut berdirilah Perusahaan orang, Belanda yang diberi nama Billiton-Maatschappy. Perusahaan tersebut membuka tambang timah di daerah yang mereka lakukan ekspedisi sebelumnya yaitu di Air Bakong, Air Sira', Air Limus, Air Samak, dan lain-lain. Pekerja-pekerjanya kebanyakan terdiri dari orang cina dan penduduk setempat dengan mengunakan peralatan sedehana seperti cangkul, linggis dan lain-lain. Di tempat tersebut juga dibangun bendungan air atau tebat seperti tebat kersik putih, tebat sira’, tebat siban, tebat bitis, tebat keroh dan lain sebagainya.
Dahulu sebelum ada kampung-kampung atau Desa-Desa seperti sekararg ini, perduduk pribumi tinggal dalam kelompok kelompok terkecil, daerah tempat tinggal kelompok-kelompok terkecil tersebut disebut "kelekak" yang merupakan perkampungan. Pekerjaan utama mereka adalah berladang padi atau berhuma dan menamam tanaman-tanaman lainya dan juga mencari dan mengumpulkan hasil hutan lainya. Setelah orang-orang belanda berkuasa di pulau belitung, mulainya kampung-kampung dan jalan-jalan dibangun oleh rakyat secara gotong royong, umpamanya membuat jalan-jalan dari membalong menuju ke tanjung pandan dan ke kampung-kampung lainnya sambung meyambung. Jalan-jalan tersebut seperti yang terdapat sampai masa sekarang ini.
Pemerintah Belanda pada tahun 1851 sampai 1870 telah mengangkat K.A. Deraip bin K.A. Kedjor menjadi Ngabeni Belantu yang berkedudukan di kampung membalong. Penduduk gelap membuat rumah-rumah, dipekarangan ditanami pohon-pohon kelapa, pohon buah buahan seperti durian, manggis, langsat dll. Seperti kabung, sagu rumbia dan sebagainya. Riwayat singkat tentang kepala-kepala, yaitu:
Datuk Achmad gelar Datuk Mempawah berkedudukan di Kelekak Lundai dari tahun 1705 sampai 1744. Makamnya terdapat di kelekak Ludai.
K.A. Tining bin Datuk Achmad gelar Datuk Mempawah berkedudukan di Kelekak Lundai dari tahun 1744 sampai 1780, makamnya terdapat di Kelekak Ludai.
K.A. Kedjor bin K.A. Tining berkedudukan di kelekak ludai dari tahun 1780 sampai 1851. Pada kekuasaan beliau ini mempuyai cap (stempel) dari perak yang bertulis dengan huruf Arab berbunyi:" Ngebehi sura juda Kepala dari Belantu didalam negeri Belitung 1826 ". Makamnya terdapat di kelekak ludai.
K.A. Deraip bin K.A. Kedjor diangkat oleh pemerintah Belanda menjadi Ngabehi Belantu dari tahun 1851 sampai 1870 yang berkedudukan di kampung membalong, Makamnya terdapat di Membalong.
K.A. Ali diangkat dengan Gouvernement-Besluit Bui tenzorg (Bogor) tgl.26 maret 1870 No.30 menjadi Ngabehi Belantu berkedudukan di Membalong. Pada tahun 1875 distrik belantu dihapuskan oleh pemerintah Belanda dan beliau dipindahkan me jadi Ngabehi Lenggang (Gantung), sedangkan bekas wilayah distrik belantu masuk dalam wilayah distrik dendang. Setelah belia lanjut usia dibebas tugaskan oleh pemerintah belanda dan beliau kembali ke membalong hingga akhir hayat dan dimakamkan di membalong.
Pada tahun 1875 oleh pemerintah belanda mengangkat K.A Adam Bin K.A. Deraip menjadi mandor Kampung membalong hingga tahun 1911. Untuk pertama kalinya didirikan masjid pertama di desa membalong yang dibangun di Kampung Parang Buluh dengan penghulu pertama di Membalong adalah K.A Berahim dengan gelar Ke’Une’ yang merupakan keluarga K.A. Deraip.